MASIGNASUKAv102
7345699749361123385

Peran Kelapa Sawit Bagi Indonesia

Peran Kelapa Sawit Bagi Indonesia
Add Comments
12 September 2019

Kelapa sawit merupakan tumbuhan industri yang berfungsi sebagai bahan baku minyak masak, minyak industri maupun bahan bakar. Berbicara tentang kelapa sawit, rasanya tidak bisa lepas dari Indonesia. Indonesia merupakan penghasil kelapa sawit terbesar di dunia.

Kelapa sawit banyak sekali manfaatnya bagi kehidupan manusia. Bahkan di kehidupan sehari-hari secara sadar atau tidak sadar, kita sering berhubungan dengan kelapa sawit. Manfaat-manfaat dari kelapa sawit antara lain bisa digunakan sebagai bahan pembuatan biofuel. Kelapa sawit merupakan energi terbarukan. Energi terbarukan sangat bermanfaat bagi kehidupan manusia ataupun bagi kelestarian alam. Kelapa sawit digunakan sebagai bahan pembuatan minyak goreng. Kelapa sawit biasa digunakan sebagai bahan pembuatan sabun, shampoo dan pasta gigi. Kelapa sawit bisa digunakan sebagai bahan pembuatan obat dan krim anti nyamuk. Kelapa sawit juga bisa digunakan sebagai bahan pembuatan margarin. Bahkan kelapa sawit juga bisa digunakan sebagai bahan pembuatan kosmetik.

Mungkin kosmetik yang kamu pakai saat ini merupakan salah satu kosmetik yang terbuat dari kelapa sawit.

Minyak kelapa sawit memiliki kandungan vitamin E yang cukup besar. Vitamin E pada minyak sawit mengandung 20% tocopherols dan 80% tocotrienols yang kedua kandungan tersebut berfungsi sebagai anti oksidan. Selain sebagai anti oksidan, vitamin E juga bermanfaat untuk kesuburan reproduksi, anti kanker, meningkatkan imunitas tubuh dan lain-lain.

Melihat beberapa manfaat kelapa sawit yang Saya sebutkan di atas, rasanya wajar saja kebutuhan dunia akan kelapa sawit sangat tinggi. Hal inilah yang dimanfaatkan Indonesia dengan menjadi produsen kelapa sawit terbesar di dunia.

Berbicara tentang produksi kelapa sawit, tentu tidak bisa lepas dari ketersediaan lahan sebagai media tanamnya. Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik tahun 2017, di Indonesia ada beberapa daerah dengan perkebunan kelapa sawit terluas. Daerah-daerah tersebut antara lain:
1. Riau, dengan luas lahan 2,26 juta hektar.
2. Kalimantan Barat, dengan luas 1,50 juta hektar.
3. Kalimantan Tengah, dengan luas 1,36 juta hektar.
4. Sumatera Utara, dengan luas 1,35 juta hektar.
5. Kalimantan Timur, dengan luas 1,05 juta hektar.
6. Sumatera Selatan, dengan luas lahan 1,02 juta hektar.

Angka di atas tentu akan terus bertambah dari tahun ke tahun. Karena keberadaan kelapa sawit yang banyak menguntungkan bagi Indonesia. Contoh keuntungan keberadaan kelapa sawit di Indonesia yang Saya maksud adalah menciptakan lapangan pekerjaan, meningkatkan pembangunan daerah di sekitar perkebunan, pengurangan angka kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Nilai ekspor minyak sawit Indonesia juga sangat baik. Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik tahun 2017, ekspor minyak sawit Indonesia di tahun 2013-2017 cenderung mengalami peningkatan. Pada tahun 2013 nilai ekspor mencapai 22,22 juta ton dengan total nilai sebesar US$ 17,14 Milyar. Meningkat menjadi 29,07 juta ton di tahun 2017 dengan total nilai sebesar US$ 20,72 Milyar. Negara-negara tujuan ekspor sawit Indonesia adalah India, Belanda, Singapura, Italia, Spanyol dan lainnya.

Jika melihat statistik atau nilai ekspor minyak sawit Indonesia, Saya rasa industri sawit memang bisa dikatakan sebagai pendongkrak perekonomian Indonesia, terutama masyarakat yang terlibat dalam industri tersebut. Namun dengan adanya industri kelapa sawit, ada beberapa pihak yang dirugikan. Siapakah dia ?  Satwa penghuni hutan yang terusir dari rumahnya karena deforestasi yang semakin meningkat dari tahun ke tahun. Deforestasi atau peralihan fungsi hutan menjadi lahan perkebunan, membuat satwa-satwa kehilangan tempat tinggalnya. Sehingga banyak diantara mereka yang masuk ke perkebunan warga karena habisnya stok makanan di hutan yang tersisa.

Maka dari itu tantangan kedepannya adalah bagaimana cara meningkatkan produksi dan ekspor kelapa sawit sebagai salah satu penyumbang devisa terbesar Negara namun juga tetap memperhatikan aspek lingkungan dan kelestarian hutan sebagai rumah bagi jutaan flora dan fauna agar bisa tetap terjaga. Kita tidak boleh hanya memikirkan keuntungannya saja, memikirkan aliran dolar dari keuntungan industri sawit saja, namun hutan beserta isinya beserta keanekaragaman hayatinya  juga harus dijaga kelestariannya.