MASIGNASUKAv102
7345699749361123385

Pengembangan Pegawai dengan Metode Pendidikan dan Pelatihan

Pengembangan Pegawai dengan Metode Pendidikan dan Pelatihan
Add Comments
08 August 2019

Pegawai administrasi perkantoran hendaknya dikelola melalui manajemen SDM yang profesional. Rivai dan Sagala (2009) menyatakan bahwa manajemen SDM merupakan salah satu bidang dari manajemen umum yang meliputi segi-segi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengendalian. Proses ini  terdapat dalam fungsi atau bidang produksi, pemasaran, keuangan maupun kepegawaian. Karena Sumber Daya Manusia dianggap semakin penting perannya dalam pencapaian tujuan organisasi, maka berbagai pengalaman dan hasil penelitian dalam bidang SDM dikumpulkan secara sistematis dalam apa yang disebut manajemen sumber daya manusia. Istilah manajemen mempunyai arti sebagai kumpulan pengetahuan tentang bagaimana seharusnya me-manage sumber daya manusia.

Pemahaman tersebut memberikan gambaran bahwa manajemen SDM di lingkungan perkantoran berkaitan dengan perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengendalian SDM di lingkungan perkantoran. Karena sumber daya manusia semakin penting perannya dalam pencapaian tujuan organisasi, maka berbagai pengalaman SDM di lingkungan kantor perlu untuk dikumpulkan secara sistematis dan dijadikan sebagai referensi bagi pekerjaan yang akan dilaksanakan di lingkungan kantor, sehingga pekerjaan yang akan diemban dikemudian hari akan semakin efektif dan efisien.

Pengembangan SDM perkantoran meliputi aktivitas-aktivitas yang diarahkan terhadap pembelajaran organisasi, baik dalam level manajerial maupun individual. Pengembangan SDM terwujud dalam aktivitas-aktivitas yang ditunjukkan untuk merubah perilaku organisasi. Pengembangan SDM menunjukkan suatu upaya yang disengaja dengan tujuan mengubah perilaku anggota organisasi atau paling tidak meningkatkan kemampuan organisasi untuk berubah. Jadi ciri utama pengembangan SDM adalah aktivitas-aktivitas yang diarahkan pada perubahan perilaku.

Pengembangan SDM harus didasarkan pada penggunaan metode yang telah ditetapkan sebelumnya oleh organisasi. Program pengembangan SDM tersebut ditetapkan oleh penanggung jawab pengembangan yang ada dalam organisasi, misalnya manajer atau kepala bagian pengembangan SDM. Metode yang paling penting dalam pengembangan SDM diantaranya ialah metode pendidikan dan metode pelatihan.

Pendidikan dan pelatihan sering dipandang sebagai salah satu bentuk investasi organisasi di bidang pengembangan SDM. Oleh karena itu, setiap organisasi atau organisasi yang ingin berkembang selalu memperhatikan pendidikan dan pelatihan bagi pegawainya.  Pendidikan diberikan kepada pegawai manajerial, sedangkan pelatihan diberikan untuk pegawai dalam level yang lebih operasional.

Metode Pendidikan.
Pendidikan merupakan suatu hal yang sangat penting dari pengembangan SDM. Hasil pendidikan dapat dilihat dari adanya perubahan tingkah laku. Hal tersebut mengandung arti bahwa pendidikan pada hakikatnya betujuan untuk mengubah tingkah laku pegawai. Tingkah laku baru tersebut dirumuskan dalam suatu tujuan pendidikan. Pada dasarnya, tujuan pendidikan adalah deskripsi dari pengetahuan, sikap, tindakan, penampilan, dan sebagainya, yang diharapkan memiliki sasaran pendidikan pada periode tertentu.
Lembaga pendidikan, terutama pendidikan formal, pada dasarnya memberikan output berupa perubahan sikap dan perilaku yang disertai dengan tingkat pengetahuan, pemahaman dan analisis yang lebih mendalam. itulah sebabnya, perubahan sikap dan perilaku sebagai output pendidikan perlu dirumuskan terlebih dahulu dalam tujuan pendidikan, dengan kata lain bahwa tujuan pendidikan merupakan rumusan-rumusan penting sikap dan perilaku.
Metode pendidikan biasanya sebagai suatu metode pengembangan untuk pegawai manajerial. Tenaga manajerial adalah mereka yang mempunyai wewenang terhadap orang lain. Metode-metode yang digunakan berbeda dengan metode-metode untuk pegawai operasional. Hal ini disebabkan oleh karakteristik kepribadian untuk para manajer berbeda dengan pegawai operasional.

Metode Pelatihan.
Metode pelatihan dipilih berdasarkan analisa kebutuhan yang berasal dari kepentingan organisasi dan kebutuhan pegawai. Hal-hal yang berkaitan dengan pelatihan adalah menyangkut waktu pelaksanaan, biaya, jumlah peserta, tingkat pendidikan, latar belakang pegawai, dan berbagai hal lainnya terkait dengan pegawai.
Ruang lingkup pelatihan lebih sempit dibandingkan dengan pendidikan. Pelatihan pada dasarnya dipandang sebagai penerapan kecakapan dan keterampilan pekerjaan, oleh karenanya pelatihan terfokus pada mempelajari bagaimana melaksanakan tugas-tugas khusus dalam waktu tertentu. Pelatihan merupakan suatu fungsi yang terus menerus yang disesuaikan dengan ruang lingkup pekerjaan pegawai.


Sumber: Buku “Administrasi dan Operasional Perkantoran” yang ditulis oleh Donni Juni Priansa, S.Pd., S.E, S.S., M.M dan Fenny Damayanti, S.Sos., M.M., dan diterbitkan oleh CV. Alfabeta, Bandung.

Hilmi Hidayat

"If something's important enough, you should try. Even if you - the probable outcome is failure." - Elon Musk